Dinamika kepribadian

Aside

Dinamika kepribadian

  1. kekekalan energi

bahwa jika implus atau tindakan yang dilarang, disupresi, energinya akan mencari penyaluran di sistem lain, kemungkinan muncul dalam bentuk yang tidak pantas. Keinginan id  berisi energy psikis yang harus diekspresikan melalui suatu cara, dan melarang ekspresi tersebut tidak menghilangkan energy itu. Implus negative misalnya, mungkin dialihkan ke olahraga balap mobil, permainan catur atau selera humor yang sarkastik.

  1. Kecemasan dan Pertahanan

Individu yang terdorong untuk melakukan hal yang terlarang maka akan mengalami kecemasan. Freud menggambarkan nya dengan mekanisme pertahanan ego yang paling dasar adalah represi, dimana ego menahan implus yang mengancam atau pikiran yang terlarang agar tidak masuk ke kesadaran tetapi tetap di bawah sadar ; dari luar tampaknya individu semata-mata melupakan pikiran atau implus tersebut. Individu memiliki perbedaan ambang cemas dan pertahanan yang mereka gunakan untuk menangani kecemasan tersebut.kecemasan dan mekanisme pertahanan merupakan inti dari teori freud .

Gambaran teori psikoanalitik

Teori freud telah banyak revisi dan membuat rekan-rekannya bersaingan karena freud tidak mau mengubah pikiran nya lalu beberapa rekannya mengeluarkan teori yang sangat bertolak belakang dengan freud.

  1.  Carl Gustav Jung

Jung membagi psike menjadi ego, pikiran bawah sadar kepribadian dan pikiran bawah sadar kolektif. Utama jung tentang pikiran bawah sadar kolektif yaitu cara tertentu yang dimiliki oleh pikiran kita dalam mengorganisasikan dan memahami pengalaman yang di lakukan secara spontanoleh pikran bawah sadar. Jung juga berpendapat bahwa ada introver kepribadian (sifat malu), ekstrover (menonjolkan diri), dan ambivert ambivalen(di antara introver dan ekstrover).

  1. Erik Erikson

Teori ini berbicara mengenai aspek-aspek perkembangan, bahwa teori ini terjangkau sampai usia tua sedangkan freud hanya sampai dewasa.
Menurut Erikson ada delapan krisis dalam perkembangan kepribadian manusia.
0-1 th = Kepercayaan lawan ketidakpercayaan diri
1-3 th = Otonomi (kemandirian) lawan rasa malu dan ragu (takut gagal)
3-6 th = Inisiatif lawan rasa bersalah
6-12 th = Industrius (percaya diri karena keberhasilan social dan akademik) lawan rasa rendah diri
12-20 th = Identitas lawan kerancuan peran
20-40 th = Keintiman lawan kesendirian jika kurang dapat bergaul
40-65th= Generativitas (produktif dalam kerja dan keluarga) lawan stagnasi (kemandekan)
tua = Integritas ego lawan keputusaan.

Referensi

S.Hall Calvin,.Bardner Lindzey.Teori Teori Psikodinamika.Yogyakarta.Kanisius

Ari Yuana Kumara.The Greatest Philosopher.Andi

Atkinson, R.L.dkk.Pengantar Psikologi Edisi kesebelas jilid dua.Batam Centre: Interaksara.

Kasus

Standard

Seorang mahasiswa bernama Susi, susi mempunyai tekanan ekonomi yang sedang dialaminya. Susi saat ini akan menghadapi UAS dan banyak sekali tugas akhir yang harus segera susi selesaikan. Di rumah susi pun harus mengurusi nenek nya yang sedang sakit parah. Susi hanya bisa mengeluh dan tanpa disadari deadline tugasnya semakin dekat. Susi berusaha membereskan tugasnya, Setelah waktunya sebentar  lagi susi baru bisa mengakui ternyata waktu yang tersisa tidak cukup untuk mengerjakan tugasnya. Susi salah satu mahasiswa yang aktif organisasi dan untuk mengikuti kegiatan mahasiswa susi harus membayar pendaftaran yang harus segera di bayarnya, Sedangkan keadaan ekonominya tidak mencukupi. Susi pun berfikir bagaimana cara susi bisa membayar untuk kebutuhan nya . Pada  saat itu ada teman yang sedang duduk di sebelahnya, terlintas keinginan untuk mengambil uang dari teman nya. Tangan nya pun mulai mendekati tas teman nya tersebut, namun di dalam hatinya susi tidak ingin sampai ketauan dan jika nanti susi ketauan mencuri di kampus, nama baiknya akan tercap jelek dan akan dijauhi teman teman nya. Pada akhirnya susi  pun menyadari bahwa tindakan tersebut tidak bisa susi lakukan. Susi pun berbicara jujur bahwa susi belum bisa membayarnya sekarang. Dan akan segera di bayar jika Susi sudah mempunyai uang.

Teori Freud

Standard

Image

Sigmund Freud, pencipta teori psikoanalistik, adalah salah satu tokoh intelektual yang terkenal di abad 20. Freud memulai karir ilmiahnya sebagai seorang alhi neurologi, yang mengobati pasien yang mengalami berbagai gangguan “saraf” dengan menggunakan prosedur kedokteran konversional. Teori ini muncul dari praktek Freud. Secara umum dapat di katakan bahwa psikoanalisis merupakan suatu pandangan baru tentang manusia dimana ketidaksadaran memainkan peran sentral.

Secara Istilah Psikoanalitik dipakai untuk menunjukan suatu metode penelitian terhadap  proses proses psikis (misalnya mimpi) yang sebelumnya tidak pernah terjangkau penelitian ilmiah.

Teori psikoanalitik klasik

1.Ketidaksadaran

Dorongan, keinginan, sikap, perasaan, pikiran, insting yang tidak dapat dikontrol oleh kemauan dan tidak dapat di batasi oleh waktu dan tempat. Kesadaran memotifasi sebagian besar kata-kata perasaan dan tindakan manusia. Meskipun kita tidak menyadari tingkah laku kita tetapi kita sering tidak menyadari proses mental yang berada di balik tingkah laku itu. Misalnya seorang perempuan mungkin tertarik kepada seorang laki-laki tetapi ia tidak menyadari mengapa ia tertarik.

2.Keprasadaran

Berisi semua elemen yang tak sadar tetapi dapat dengan mudah di sadari. Isi keprasadaran berasal dari 2 sumber .

a.persepsi sadar, apa yang di persepsikan seseorang adalah sadar hanya untuk sementara waktu, tetapi kemudian cepat memasuki keprasadaran bila pusat perhatian beralih kepada pikiran lain.

b.ketidaksadaran, pikiran yang dapat menerobos penyensur yang selalu waspada dan memasuki keprasadaran, sekalipun dalam bentuk tersamar.

3. Kesadaran

Alam sadar memainkan peran yang relative kecil dalam teori psikoanalitik, dapat di devinisikan sebagia elemen-elemen mental dalam kesadaran pada saat tertentu. Kesadaran merupakan suatu tingkat kehidupan mental yang secara langsung tersedia bagi kita. Pikiran dapat mencapai kesadaran dari dua arah yang berbeda.

a.Sistem sadar preseptual yang di arahkan ke dunia luar dan bertindak sebagain medium persepsi terhadap stimulus-stimulus external. Atau dengan kata lain apa yang kita persepsikan melalui organ-organ panca indra kita bila tidak terlalu mengancam akan memasuki kesadaran.

b.Struktur mental dan meliputi pikiran-pikiran yang tidak mengancap dari alam prasadar atau keprasadaran dan juga pikiran-pikiran yang mengancam tetapi tersamar dengan baik dari ketidaksadaran.

Struktur kepribadian

Freud menyamarkan pikiran manusia dengan gunung es. Bagian kecil yang terlihat di atas permukaan air merupakan pengalaman sadar : masa yang jauh lebih besar di bawah permukaan air merupakan bawah sadar, suatu gudang untuk implus, keinginan, dan kenangan yang tidak dapat teraih yang mempengaruhi pola pikir dan prilaku manusia.

Image

Freud percaya bahwa kepribadian terdiri dari tiga subsistrm utama yang berinteraksi guna mengatur perilaku manusia : id, ego dan superego

  • id sudah ada dari lahir dan nantinya akan terlahir ego dan superego . id adalah suatu implus/dorongan seseorang untuk melakukan seseuatu. Id bekerja mengikuti prinsip kesenangan tanpa melihat situasi external yang ada.
  • ego berarti bahwa  implus mereka tidak selalu dapat di puaskan segera. bekerja sesuai prinsip realita. berkembang ketika anak-anak beranjak dewasa atau remaja.
  • pada dasarnya superego berasal dari hati nurani. superego menilai  apakah suatu tindakan benar atau salah. ini lah yang menjadi dasar pengendalian yang di miliki  superego.

Perkembangan Kepribadian

Freud percaya bahwa 5 tahun kehidupan, individu mengalami beberapa tahap yang mempengaruhi kepribadiannya , namanya periode tahap psikoseksual.

A.Tahap oral (0-1 tahun)

Seorang bayi memperoleh segala bentuk kepuasan dan kenikmatan melalui daerah mulut . Daerah mulut seorang bayi itu akan memperoleh makanan atau susu. Freud menghubungkan daerah mulut dengan kepuasaan dan kenikmatan libidinal. Pada usia lebih lanjut, bayi berkecenderungan memasukkan suatu objek yang lain kedalam mulut bagi memuaskan kehendak yang lain.

B.Tahap Anal (1-3 tahun)

Daerah kepuasan tidak berpusat lagi pada mulut. Pusat kenikmatan berubah dari daerah mulut ke anus. Kegiatan penting pada anus adalah pembuangan air besar.  Apabila anak mengalami pembuangan najis dengan cara yang ada padanya maka anak tersebut akan memperoleh kepuasan optimum.

C.Tahap Falik (4-6 tahun)

Ciri penting dari tahap ini kanak-kanak mulai mendapat keseronokan dari pada organ kejantanannya. Kanak-kanak sudah dapat membandingkan perbedaan anatomi antara jantina laki-laki dan perempuan, perbedaan tersebut berkaitan dengan kegiatan seks.

D.Tahap Latel (6-12 tahun)

Tahap ini memperlihatkan pengaruh rekan sebayanya dalam pembentukan personality kanak-kanak. Kasih sayang tidak lagi berpusat pada orng tua, melainkan di kongsi kepada ahli-alhi keluarga yang lain. Anak laki-laki menguatkan sifat kejantanannya dengan anak laki-laki yang lain dan perempuan pula menguatkan sifat kewanitaannya dengan cara yang sama dengan anak laki-laki.

E.Tahap Genital (12 tahun ke atas)

Para remaja mulai menunjukkan minat mereka terhadap rekan-rekan yang berlainan kejantanannya. Mereka tertarik dengan isu-isu yang berkaitan dengan dunia remaja. Pada masa ini kelenjar-kelenjar kelamin sudah mulai berfungsi dan boleh mendorong kepada kegiatan seks yang sebenarnya. Perasaan cinta sudah terwujud.

Referensi

Atkinson, R.L.dkk.Pengantar Psikologi Edisi kesebelas jilid dua.Batam Centre: Interaksara.

Bertens kees.(2006).Psikoanalisis Sigmund Freud.Jakarta:Gramedia pustaka utama.

Semium,Yustinus. (2006).Teori Kepribadian dan Terapi Psikoanalitik Freud.Yogyakarta:Kanisius.

Rajali Maharani., Ramlah Jantan., Shahabudin Hashim.(2007).Psikologo Pendidikan.PTS  Professional.